Total Tayangan Halaman

Sabtu, 06 Desember 2025

Sekotak cinta yang usang

 Bertemu kembali dengan tanggal ini.. 

Ah, Tuhan memang selalu baik.. 

Dengan caraNya yang tak pernah buruk.. 

Pun jalan yang berbeda untuk ditempuh, tak apa.. 


Tanggal itu di 17 tahun yang lalu, aku pernah menggenggam cerita indah di masa itu.. 

Yang bahkan jika seandainya ada kehidupan kedua pun, aku akan tetap memilih kembali cerita itu.. 

Tanpa penyesalan, meskipun tak pernah ada ujung yang bersatu di akhir cerita.. 

Bukankah hidup memang selalu tentang merelakan?


Pernah menjadi impianku untuk terwujud dimasa ini.. 

Sayangnya semua tak pernah terjadi.. 

Ternyata begini rasanya cinta sendirian.. 

Berharap dan berjuang sendiri, sedangkan yang disana merangkai impian dengan yang lain.. 


Tak apa, aku masih memilih untuk memeluk cerita 8 tahun itu.. 

Hingga akhirnya aku siap untuk melepas semua cinta itu.. Egoku kalah... Mimpiku musnah.. 

Tak ku ingat betul bagaimana akhir dari kisah ini, semua sudah hancur ketika dia meminta akhir.. Akhir yang mungkin pernah menjadi penyesalan sesaatnya.. 

Tiba saatnya mengemas cinta & harap di dalam sebuah kotak yang usang.. 

Kotak yang bahkan hingga saat ini tidak ingin ku buka kembali, biarkan ia menjadi kenangan di sudut hati.. 

Sakitnya masih terasa, bahkan jika Tuhan mempertemukan kami rasanya masih akan tetap terasa.. Pedih... 


Tuhan, jika memang ini kehendakMu, biarkan yang terjadi saat ini mengalir saja.. 

Tak akan pernah ku tahan rasa sakitnya.. 

Biarkan kami dengan kehidupan kami masing-masing.. 

Kami sadar, perpisahan adalah jalan terbaik.. 

Untuk 2 orang yang tak lagi semimpi & seirama.. 

Tolong simpan cinta ini sebagai fitrah kami sebagai manusia biasa.. 


Ku jalani takdirMu dengan lapang dada.. 

Terima kasih telah mendatangkan lelaki terbaikku yang cintanya kepadaku lebih besar dari cintaku kepadanya.. 

Dengan ini aku jadi sadar, aku pantas untuk dicintai, kembali.. 

Tolong jaga kami, dalam kasih dan perlindunganMu... 

Biarkan cerita itu mengendap dalam ingatan saja.. 

Sebagai pengingat bahwa kami pernah bahagia bersama, dahulu... 



Senja, Terima kasih pernah hadir dan menemani di ujung hari.. 

Selasa, 22 Desember 2020

 Aku masih berdiri dengan sejuta kenapa

Kenapa bisa begini?

Kenapa jadi begini?

Kenapa harus ini?

Dan sejuta kenapa yg tak pernah berujung..




Hari demi hari berlalu

Dengan terus mencari jawaban kenapa

Yang akan berakhir dengan 

Tanpa jawaban yang pasti




Dear aku,

Terima kasih untuk 28 tahun yg membahagiakan

Terima kasih untuk tetap bertahan dan kuat selama ini

Terima kasih untuk terus sabar dan tegar menjalani hidup ini

Kamu, hebat...



Probolinggo, 23 Desember 2020

-Aku yg masih terus bersyukur untuk setiap detik yg berharga-

Rabu, 03 Juni 2020

Untuk setiap lembar pertemuan baru, aku ucapkan terima kasih..
Telah hadir dan menetap adalah syukur yg tak terganti..
Hingga esok tiba, tetaplah di sisi..
Semoga rahmat Allah SWT selalu melindungi kita..




Janji Allah selalu tepat..
Menggantikan senyum di setiap tetes yg jatuh..
Hari demi hari berlalu..
Segaris senyum kembali terukir..



Hari itu pun tiba..
Bukan main rasanya..
Ternyata ini rasanya bahagia..
Akhir penantianku datang juga..


Waktu pun berlalu..
Hari hari penuh suka duka silih berganti..
Setiap pelajaran hidup menghampiri..
Ya, kita kuat karna bersama..


Pun ketika Allah kembali menguji kesabaran kita..
Dalam penantian, kita terus saling menguatkan..
Tak apa, rencana indah memang selalu di akhir..
Hingga saat itu datang di hidupku..


Puji syukur, bahagiaku sudah lengkap sekarang..
Melalui persalinan normal, dia hadir..
Melengkapi dan menggenapkan kebahagiaan kami..
Alhamdulillah❤



Terima kasih ya Allah..
Izinkan kami menjadi orang tua yg amanah..
Yg bisa terus membimbing keluarga kecil kami..
Menuju rahmatMu..
Genapkanlah iman dan islam di setiap langkah kami..

Selasa, 26 November 2019

Terima Kasih..

Aku sedang menatap kehilangan.
Ya, kehilangan yg teramat hilang.
Dia, sirna...
Mungkin sedang meniti bahagianya sendiri..


Seolah melihat mimpi yg jadi nyata.
Segala ketakutan itu benar adanya.
Tak bersisa..
Hanya ada aku, luka, dan tangis..



Tapi Tangan Tuhan tak pernah salah meletakan takdir.
Tak mengapa, Dia mengembalikan senyumku.
Yang sempat hilang bersama luka di ujung sana.
Dia memberiku harapan tentang hidup..



Kembali menatap kehilangan..
Senja, terima kasih..
Kehilanganmu, tak melulu tentang hitam yg kelam.
Berbahagialah dengan pilihan terbaikmu.. 



Dari aku, yg menatap kepergianmu di ujung langit.

Minggu, 06 Januari 2019

Tentang kehilangan.

Malam menuju pagi.
Waktu terbaik untuk meratapi diri.
Dengan segudang cita-cita dan impian yg hangus.
Terbang bersama kenyataan hidup.


Sungguh, Tuhan Maha asyik.
Ketika kehilangan satu, Tuhan memberi banyak hal.
Tapi ketika kita mendapatkan satu, Tuhan kembali mengambil yg banyak.
Ah, aku terlalu naif.
Selalu merasa kurang.
Padahal Dia selalu memberiku lebih.



Ya Tuhan, boleh malam ini aku menangis?
Aku sedih dengan satu per satu kehilangan ini.
Aku tidak sekuat yg kau bayangkan, Tuhan.
Aku masih butuh mereka semua :')
Bolehkah aku meminta mereka untuk kembali??

Minggu, 30 Desember 2018

Kembali pada tempat yang sama.
Pada waktu yg baru.
Sedikit merasa asing, tp ada rindu yg terobati.


Menoleh ke belakang.
Ya, banyak yg lepas satu per satu.
Menuju kisah barunya masing-masing.
Kembali, sendiri di sini.
Sepi.
Memang.



Hai semua, apa kabar?
Sedang baik-baik saja bukan?
Boleh kita duduk bersama lagi, bercerita tentang apa saja.
Tertawa bersama kembali.
Atau mungkin mengulang kisah yg membahagiakan kembali?


Seperti senja yg setiap sore bertengger.
Indah, tp hanya untuk dinikmati saja.
Sama, seperti rinduku.

Senin, 27 Agustus 2018

Hai pak.. Apa kabar?
Aku sedang ingin di sampingmu. Selalu menjadi putri kecilmu, seberapa besarnya usiaku saat ini. Aku rindu, pak..
Aku rindu dipanggil "mbak, hari ini masak apa?", atau "mbak, nanti beli galon sore apa malem?" terus di lanjut beli angsle kesukaan kita.
Ternyata benar ya pak kata orang. Cinta pertama anak gadis itu ya bapaknya. Aku ngerasain itu. Pun ketika aku sudah bersuami. Masih bapak yang jadi kiblatku. Aku masih suka membandingkan suamiku dengan bapak. Aku masih sering berfikir "biasanya kalo bapak bla bla bla" gitu pak.. Sometimes aku masih ngerasa suamiku ngga secinta bapak ke aku. Kayaknya emang bakalan ga ada deh pak yang cinta aku kayak bapak ke aku hehehe
Terima kasih ya pak, buat semuanya. Maaf mbak belum bisa bahagiain bapak. Terus dampingi mbak ya pak. Sampai mbak tua nanti. Love you, pak❤